Desmonda Chatabel, demikian nama perempuan Indonesia kelahiran 1995. Dia kuliah di Royal Academy of Music in London, salah satu konservatorium musik terkemuka serta tertua di dunia. Didirikan pada tahun 1822, institusi ini secara konsisten masuk dalam peringkat teratas global untuk seni pertunjukan dan musik. Tempat ini diakui sebagai salah satu tempat terbaik di dunia untuk menempuh pendidikan musik. Kampus ini telah melahirkan banyak musisi berbakat, termasuk Sir Elton John yang pernah mendapatkan beasiswa di sana.
Tak banyak yang tahu, kalau Desmonda adalah orang Indonesia pertama yang menjadi pemain utama di panggung panggung teater drama musikal di London. Dia telah terlibat dalam Miss Saigon, Mamma Mia. Dia juga memainkan peran Princess Jasmine di Aladin, Lady Eurydice di Hadestown dan saat ini juga telibat dalam Rosie : A New Musical.
Tidak mudah bagi Desmonda bisa mendapatkan posisi seperti sekarang dan tentu saja ia sudah memutuskan menjadi warga London agar bisa lebih mudah menjalankan profesinya sebagai pemain teater.
Gubernur Ali Sadikin pernah mengatakan sebuah kota dinilai berbudaya dengan melihat jumlah museum yang dimiliki. Mungkin sekarang saya bisa mengubah pernyataan mantan Gubernur Jakarta itu dengan mengatakan sebuah kota dinilai berbudaya dengan seberapa banyak kota itu memilki jumlah teater. Bayangkan London dengan jumlah penduduk 9 juta orang memiliki 266 gedung teater, dengan sentra utama di Kawasan West End yang memiliki 40 gedung teater.
Dahulu saja Ali Sadikin sudah melihat Jakarta sebagai kota metropolitan yang harus dikembangkan hingga setara dengan kota-kota besar lainnya di dunia. Ketika ditanya perihal standar yang diterapkan untuk Jakarta, Sadikin menjawab “ tentu saja standar internasional “. Ini termasuk hiburan untuk warganya. Bagi kota kota besar di dunia, memiliki teater teater merupakan keniscayaan.
Saya tidak tahu Jakarta punya berapa teater. Seingat saya di Kawasan TIM ada 3 teater, Gedung Kesenian Jakarta, Ciputra Artpreneur, Kemayoran JIEXPO, Galery Indonesia Kaya. Wayang orang Bharata. Taman Mini. Salihara. Jadi total ada 10 panggung teater ?
Panggung teater menjadi wadah ekspresi seni pertunjukan dengan tema yang beragam, dari isu sosial-politik hingga kisah legenda dan kehidupan sehari-hari. Melalui gerak, tari, dialog, music dan unsur artistik, teater menjadi medium bagi seniman untuk menyampaikan medium gagasan, hiburan bahkan pendidikan dimana pesan-pesan moral dan nilai kebudayaan disampaikan melalui panggung teater.
Di London, teater teater ini menjadi salah satu tulang punggung e
konomi kreatif karena menggerakan industri ekraf secara massal mulai dari musik, seni peran, fashion kostum sampai kuliner disekitar gedung teater. Satu judul saja bisa dipentaskan setiap hari dalam periode berbulan bulan. Drama musikal ‘ Mamma Mia ‘ yang sampai bertahun tahun dengan pemain yang berganti ganti. Bahkan “ Les Misérables “ telah dipentaskan di London secara terus menerus sejak dibuka di Teater Barbican Centre pada 8 Oktober 1985. Artinya sudah 40 tahun dan menjadikan drama musikal yang paling lama di pentaskan di dunia. Bahkan sampai sekarang belum ada tanda tandanya akan berhenti pementasan ini.
Bukankah panggung teater seperti ini secara tradisi merupakan cermin budaya kita. Lenong Betawi di Jakarta. Wayang orang, ludruk, ketoprak di Jawa. Kondubuleng di Makasar. Teater tutur di Aceh. Saya membayangkan kalau Pemerintah cukup gila untuk menata kawasan Cikini, Gondangdia disulap jadi tempat tempat gedung teater terkonsentrasi ala West End London. Turunan dari film film bioskop bisa kita nikmati dalam panggung teater dan juga drama kontemporer lainnya.
Tapi saya sadar Pemerintah tidak akan cukup gila. Barangkali saya salah.



No Comments