Browsing Category

INDONESIANA

Jalan Pintas

Dalam bukunya ‘Manusia Indonesia ‘ Mochtar Lubis menulis ciri ciri manusia Indonesia. Salah satunya adalah superstitious , percaya dengan takhayul atau hal hal yang tidak masuk akal. Ini tidak melulu berhubungan dengan setan, jin dan sebagainya. Bisa juga pola pikir yang tidak rasional atas sikap ekspektasi terhadap suatu hal, yang ujung ujungnya adakah jalan pintas. Budaya tradisi bangsa kita menulis cerita cerita seperti ini. candi yang dibangun semalam sampai pemahaman Ratu adil.
Jadi jangan salahkan kalau Joko Suprapto bisa mengklaim menemukan teknologi membuat bensin dari air. Salahkan mereka para penguasa yang bermimpi menemukan jalan pintas untuk memakmurkan bangsanya.
Galileo Galilei divonis mati karena mendukung teori Copernicus bahwa matahari adalah pusat tata surya. Teori ini bertentangan dengan gereja – waktu itu – yang menggangap bumi adalah pusat tata surya. Ia mengatakan, ‘ Kebenaran adalah aboslut dan saya akan membawanya ke nereka ‘.

Continue Reading

Asyiknya jadi pejabat

Makan malam di Shabu Nobu, Kemang. Ternyata di meja sebelah duduk seorang ibu bersama ponakan ponakan atau familinya. Ibu ini seorang artis jaman dulu yang anaknya – juga seleb – baru baru saja terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.
Karena tempatnya sempit, saya selalu bisa mendengarkan apa yang dibicarakan di meja sebelah. Tentu saja tanpa bermaksud menguping.
Begini salah satu pembicaraan si ibu itu.

Ingat nggak dulu waktu kita makan di restaurant anu di Bandung..

( Ponakan menggumam tidak jelas. Lupa tampaknya )
Lalu sang ibu meneruskan.
Sekarang kalau kita makan di Bandung pasti banyak yang ngebayarin !

Jadi pangkat atau kekuasaan tidak hanya membawa berkah bagi pejabatnya, tetapi juga membawa rezeki bagi keluarga, orang tua, anak, keponakan, tetangga, kekesih gelap dan handai taulan. Ya. Selamat datang di negeri bancaan.

Antara Mbak Retno dan Miyabi

Ada dua tempat dimana saya sering berburu buku buku tua. Pertama, sebuah toko buku bilangan Cinere, dimana saya mendapatkan kumpulan tulisan Bung Karno – dari masa mahasiswa sampai pidato kenegaraan setiap 17 Agustus – dalam bundel tebal “ Di bawah Bendera Revolusi “ terbitan tahun 1964. Kedua, sebuah toko kecil di pojokan Pasar Festival, dimana saya mendapatkan kalender tahun 1966, kaset Chicha Koeswoyo, buku terbitan LPES tahun 80an, Album Cerita dari lima Benua, sampai buku buku lama cerita Winnetou.
Konon kata orang, sebuah karya tulis novel, roman, sastra ( termasuk film ) menunjukan peradaban suatu bangsa pada jamannya. Kata orang juga, semakin maju dan modern kita, semakin tipis batasan antara moral dan budaya. Tapi saya justru meragukan di negeri ini. Justru novel dan film film jaman dahulu lebih vulgar dan erotis daripada apa yang kita temukan jaman sekarang.

Continue Reading

korupsi & manusia Indonesia

Dalam bukunya “ Manusia Indonesia “ , Mochtar Lubis sudah memasukan korupsi dalam elemen Hipokrit dan Munafik sebagai salah satu ciri ciri manusia Indonesia. Lebih jauh dikatakan, manusia Indonesia bukan economic animal dan cenderung boros, tidak suka bekerja keras dan inginnya serba cepat kaya. Entah ini benar atau tidak, namun ada yang selalu saya kagumi dari Mohtar Lubis – terutama dari buku buku karyanya.- yakni konsistensi untuk menyuarakan keadilan, kejujuran dan nurani.
Ia memimpin Koran Indonesia Raya yang suka mengangkat kasus korupsi sehingga dibreidel pada jaman Soekarno maupun Orde Baru. Dalam tulisannya ia juga kerap menyinggung hal ini. Seperti dikisahkan dalam novelnya “ Maut dan Cinta “. Kisah para pejuang kemerdekaan yang menghadapi godaan korupsi saat ditugaskan mencari senjata di Singapura dari uang penjualan gula dan karet.
Lalu “ Senja di Jakarta “ secara tidak langsung menyindir praktek praktek kolusi dan korupsi di perusahaan negara.

Continue Reading

Kerudung Formalitas

Sesekali sekadar mencoba mengikuti gaya Mas Wicak yang gemar berburu gambar gambar bak truk. Tiba tiba saja truk ini melintas didepan saya dan memberikan sebuah ilustrasi yang sebenarnya cukup menggelitik. Cukup menyindir.
“ Kerudung Formalitas “.
Diam diam para supir truk menyuarakan sebuah pertanyaan. Apakah kadar keimanan dan kesholehan seseorang diukur dari bungkus atau baju yang dikenakan ? atau juga suara protes mereka karena ketika mengetahui istri istrinya di kampung akhirnya kawin lagi atau pergi menjadi pekerja urban di kota besar. Lama menunggu sang suami yang tak kunjung pulang.
Padahal para supir supir juga sudah terbiasa dengan ‘ formalitas warung remang remang ‘ di sepanjang pantura Jawa.

Halmahera

Gunung Gamalama kelihatan gagah berdiri dibalik kota Ternate, dilihat dari atas pesawat baling baling Fokker 27 yang membawa saya. Udara panas dan terik menyambut kami di bandara Sultan Babulah, para rombongan crew TV dan fotographer dari seluruh Indonesia yang diundang Bupati Halmahera Utara untuk merekam catatan pariwisata daerahnya.
Nama bumi Halmahera sudah ditulis dalam catatan penjelajah Eropa ketika Fransisco Serrao dari Portugis menjejakkan kakinya di Ternate tahun 1512 dan disusul Juan Sebastion de El Cano tahun 1521 bersama armada Trinidad dan Victoria dari Spanyol yang mendarat di bumi Tidore.
Mengherankan bahwa dalam pelajaran sejarah kita, sedikit sekali referensi mengenai kebesaran Kesultanan Ternate sebagai kerajaan Islam terbesar di Nusantara selain Aceh dan Demak. Bahkan Sultan Babulah berhasil mengusir Portugis dari bumi Maluku selamanya pada tahun 1575 setelah peperangan sengit selama 5 tahun.
Sisa kebesaran itu tidak sama sekali kelihatan. Halmahera adalah potret buram sebuah daerah yang tertinggal. Pemekaran menjadi Maluku Utara justru ajang pertikaian para elit dan proses pemiskinan rakyatnya.

Continue Reading

Parno

Dulu ada teman saya yang kecanduan narkoba sampai sedemikian parahnya sehingga kita menyebutnya ‘ Parnoan ‘. Ya, dari kata paranoid. Betapa tidak, saking takutnya dengan cahaya atau siang maka seluruh tembok rumahnya dicat warna hitam. Dan ia mengurung diri disana sampai malam tiba untuk kemudian baru berani keluar.
Akhirnya ia kehilangan semua teman temannya termasuk istri dan anaknya. What a waste life. Siapa suruh ngedrugs ?
Istilah ‘parno ‘ sangat lazim di komunitas ajeb ajeb bin dugem. Halunisasi yang berlebihan menstimulasi kelenjar waras di otak mereka untuk selalu ketakutan dengan hal hal yang diyakini bakal mengancam mereka. Langsung atau tidak langsung.
Rupa rupanya stempel Agama bisa membuat sebagian orang tiba tiba menjadi paranoid dan kehilangan akal sehat.

Continue Reading

Bukittinggi

Ada yang tak habis dipikir tentang sebuah negeri yang namanya Indonesia. Ketika dengan nikmatnya saya melihat panggung panggung dagelan ketoprak disana sini. Begitu mengasyikan, sekaligus menyedihkan.
Masih banyak permasalahan bangsa seperti pengentasan kemiskinan, korupsi, keadilan dan persoalan hak hidup orang banyak. Namun selalu saja ada orang orang yang kelebihan energi untuk memikirkan hal hal yang sepele. Sebagaimana dikutip dari majalah Tempo, Pemerintahan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat mengerahkan ratusan aparat satuan pamongpraja untuk merazia kota, mencari orang orang yang merayakan Valentine.
“ Valentine dilarang karena berbau maksiat, tidak sesuai dengan adat istiadat Minangkabau dan agama Islam ‘ – demikian Wakil Walikota Bukittinggi menegaskan.
Remaja yang dipergoki sedang merayakan hari valentine akan dikenakan pelanggaran terhadap peraturan daerah tentang pemberantasan maksiat.

Continue Reading

Fly is cheap

pesawat2.jpgNyaris saja terjadi huru hara di atas pesawat Adam Air dari Bali. Tidak tahu bagaimana caranya, petugas di counter check in bisa mengeluarkan nomor kursi untuk sebagian crew saya sampai 30 A,B,C,D,E,F. Padahal nomor kursi di dalam pesawat hanya sampai 29. Ini hampir membuat baku hantam rombongan crew saya yang berjumlah 25 orang dengan petugas Adam. Crew saya yang kelelahan karena berhari hari syuting dan terancam tidak bisa pulang ke rumahnya – menjadi beringas – hampir memporak porandakan isi pesawat.
Sebenarnya saya malas mengulas dunia penerbangan kita yang amburadul. Sepertinya sudah taken for granted, dan kita tidak boleh protes karena harganya yang murah. “ Fly Is Cheap “ begitu motto Wings Air sebuah sister company dari Lion Air. But our life is priceless begitu melihat Mandala yang jatuh karena kelebihan beban. Adam Air yang menyelonong ke Sumba karena radarnya tidak berfungsi. Serta Lion yang remnya selalu blong ngegelosor melewati runaway.

Continue Reading

Michelle Yeoh Vs May Huang

tnd_uk1.jpgIni bukan sahibul hikayat atau sekadar imajinasi atas betapa dungunya birokrat kita menangani promosi pariwisata. Juga bukan mentang mentang May Huang menjadi simbol ikon pariwisata Indonesia.
Medio 1996 saya dihubungi oleh Nigel Goldsack, seorang teman lama dan bekerja di EON productions . Mereka tertarik untuk membuat film James Bond yang berjudul “ Tomorrow Never Dies “ di Indonesia dengan bintang Kanjeng cah bagus Pierce Brosnan yang jatmika. Mak jedug saya terhenyak tersandar di kursi. James Bond ? Syuting di Indonesia ? Ini bisa menjadi berita hebat. Maka berhubung waktu itu saya masih bekerja pada orang, maka berita ini saya laporkan kepada boss pemilik perusahaan.

Continue Reading

BEAUTIFUL HOTEL FOR BEAUTIFUL PEOPLE

Jangan dikira ini adalah judul lagu. Ini adalah moto atau slogan hotel, di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Beautiful Hotel For Beautiful People – Ada yang bisa kami Bantu ? begitulah secara lengkap kita baca. Agak bingung, maksudnya apa. Mestinya konsultasi dulu dengan pakar branding seperti Hermawan Kartajaya atau ke Totot . Yang jelas hotel ini tidak bisa dikatakan cantik. Lorong yang gelap remang remang, kasur yang apek, semua bantal di kamar saya berbordir huruf HUC – nggak jelas maknanya – lalu pegawai, roomboy yang loyo loyo dan penuh selidik. Suatu penggambaran yang kita lihat dalam film film sewaktu di tokoh utama terdampar di kota kecil. Tapi saya juga tidak peduli, yang jelas hotel pilihan dari location manager saya – Kenti – layak ditempati. Tentu sebagian pembaca sudah mengenal Kenti lewat postingan saya sebelumnya .

Continue Reading