
KUTANG
( Kupas Bintang )
Melihat artis artis dan selebritis Indonesia, kadang kala kita juga melihat potret manusia Indonesia secara utuh. Mereka juga merefleksikan apa yang sehari hari kita rasakan, dari kesombongan sampai kerendahan hati. Ini bukan gossip, tapi sekadar pengamatan dari saya selama bekerja sama dengan mereka.
AB THREE
Bersikap profesional. Tidak pernah mengeluh seberapa sukar shoot dan adegan yang saya mau, paling paling mereka membuang kebosanan dengan saling bercanda. Sangat menghargai pekerja film dan konsekuensi pekerjaannya.
PARAMITHA RUSADY
Memiliki problem dengan waktu, tidak bisa datang terlalu pagi. Kalau berdandan lama sekali bisa berjam jam, dan harus terlihat cantik apapun adegannya ( menangispun harus terlihat cantik ). Saya pikir agak narcis,..pernah saya perhatikan dia sedang memperbaiki riasannya didepan cermin sambil berbicara sendiri ( pada cermin )..” Cantik..Anggun…Cantik..”
DEDDY MIZMAR
Sangat professional, tak pernah lupa sholat, tepat waktu dan aktor ( serta manusia ) yang luar biasa. Jika lawan dialognya sedikit grogy, ia bisa membantu menimbulkan rasa percaya diri. Ini sangat membantu pekerjaan sutradara di lapangan. Rendah hati, mau menghargai serta respect dengan si sutradara ,walau sutradara ini misalnya adalah sutradara pemula. Sudah lama saya tidak pernah kerja bareng tetapi ia tidak pernah lupa mengirim sms idul fitri.
NUNUNG & KADIR
Namanya juga aktor srimulat, di panggung dan area syuting baginya sama saja. Ekspresi dan permainan dialog ping pongnya dasyat. Shooting tidak perlu lama lama. Cuma kadang kadang ( dahulu ) sewaktu jamannya artis artis srimulat menenggak pil Ekstasi ,ia suka datang terlambat. “ Habis dugem langsung dari kota nih “ katanya dengan wajah dan tangan berkeringat.
TAMARA BLEZINSKY
Yang saya ingat bertahun tahun yang lalu, ia masih mau datang ke studio beberapa hari sebelum syuting , memenuhi permintaan si sutradara untuk melakukan check kamera, angle dan pose. Artinya ia professional dan menghayati seni peran. Umumnya artis artis selalu menolak dengan alasan sibuk dan sebagainya.
ONENG a.k.a Rieke Dyah Pitaloka
Nggak mau rugi , semua job kalau bisa diambil. Dan akhirnya tidak bisa memberi prioritas. Paling repot kalau mengatur schedule dengannnya. Syuting harus diatas jam sekian sampai jam sekian, karena dia harus ngemce di sana, lalu balik lagi ke lokasi hanya memberi waktu 1 jam saja. Karena harus pergi ke mana. Bagi saya ini tidak fair, jika dia sudah menandatangani kontrak syuting sebuah iklan yang bayarannya 50 juta, tentu ia tidak bisa menomor duakan dengan juga mengambil job job presenter atau MC di sebuah stasiun TV yang bayarannya hanya 1 – 2 juta
MAUDY KOESNADI
Rendah hati dan orang yang enak diajak kerja sama. Sangat professional juga dan tidak pernah mengeluh walau dia sudah harus berakting selama lebih dari 16 jam kerja. Tidak terlalu merepotkan dengan urusan perdandanan. Ia juga tidak canggung berbaur dengan crew film saya.
AGNES MONICA
Dia memang hobbynya performing, jadi kalau sudah berakting ia akan tampil habis habisan. Namun namanya juga anak baru gede, lagi puber pubernya, apa yang dia mau dia lakukan tanpa melihat konsekuensi kontrak dengan sebuah brand. Pernah dia di kontrak sebuah produk shampoo, yang mana dalam klausulnya memang tidak boleh memotong rambutnya. Namanya Agnes ya tidak peduli, dia potong rambutnya menjadi pendek berikut tambahan highlightnya. Klien dan agencynya hanya bisa marah marah dan saya yang akhirnya mengakali dengan rambut palsu.
RATU
Sombong dan tidak pernah menghargai fans fansnya. Saya pernah melihat tingkah laku Maia ketika seorang penggemarnya berdiri disebelahnya, sementara temannya memotretnya dengan kamera handphone. Apa salahnya ia tersenyum sebentar, bahkan bisa merangkul gadis ABG tersebut. Namun yang ia lakukan hanya menutup muka dan menundukan wajahnya, seolah olah tidak rela wajah cantik polesan suntik Botox Dr. Eva menjadi screen saver seorang fans ABGnya. Banyak brand manager yang sebal melihat tingkah laku mereka, terutama dalam menghargai arti kerja sama sebuah brand. Terakhir hari Rabu ( tgl 18 Oktober ) kemarin, dalam sebuah acara sebuah produk di PRJ, mereka datang sendiri sendiri, dan selama acara berlangsung selalu tidak mau duduk atau berdiri berdua. “ Lagi musuhan “ kata brand manager itu. Lalu ia memberi ramalan, ‘ lihat aja sebentar lagi juga bubar “

Sepertinya saya harus berhenti disini, karena bisa nggak ada habis habisnya nanti, Namun semua itu memang kembali ke karakter masing masing pribadi. Ada yang percaya bahwa kesuksesan adalah amanah, ada juga yang lupa bahwa mereka pernah menjadi manusia biasa biasa saja yang bernyanyi di bar bar sempit dan penuh asap rokok. Sebagian dari mereka ada yang percaya hidup mereka bisa seperti roda yang berputar, hari ini di atas dan esok bisa dibawah. Namun ada juga yang lupa bahwa beberapa tahun yang lalu mereka memasang muka ramah, dan rela antri menunggu berjam jam untuk sebuah kesempatan casting.