Jangan dikira ini adalah judul lagu. Ini adalah moto atau slogan hotel, di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Beautiful Hotel For Beautiful People – Ada yang bisa kami Bantu ? begitulah secara lengkap kita baca. Agak bingung, maksudnya apa. Mestinya konsultasi dulu dengan pakar branding seperti Hermawan Kartajaya atau ke Totot . Yang jelas hotel ini tidak bisa dikatakan cantik. Lorong yang gelap remang remang, kasur yang apek, semua bantal di kamar saya berbordir huruf HUC – nggak jelas maknanya – lalu pegawai, roomboy yang loyo loyo dan penuh selidik. Suatu penggambaran yang kita lihat dalam film film sewaktu di tokoh utama terdampar di kota kecil. Tapi saya juga tidak peduli, yang jelas hotel pilihan dari location manager saya – Kenti – layak ditempati. Tentu sebagian pembaca sudah mengenal Kenti lewat postingan saya sebelumnya .
iman
SAYA KAPOK
Posted on November 15, 2007Ketika memasuki pesawat Adam Air menuju Semarang, semua orang tersenyum simpul melihat kaos yang saya pakai ini. Termasuk ketua DPR – your excellency mr. Agung Laksono, welcome aboard, demikian si pramugari menyuarakan di intercom – yang duduk di barisan depan. Kaos “ Saya kapok melancong ke Malaysia “ dibeli di sini , dan bisa menjadi counterpart kampanye Visit Malaysia Year 2007, daripada resiko di jaring dan digebukin pasukan Rela Malaysia. Kapok, demikian diartikan suatu penyesalan yang teramat dalam, takut untuk mengulangi dan ada unsur traumatisnya. Persis waktu kecil di jewer simbah putri, karena nyemplung di bak mandi ndaleman cemoro jajar. Tentu saja tangisan saya adu kencang dengan kegeraman simbah, “ ben kapok kowe “. Sambil ngenyot air mineral yang adem, satu satunya hidangan khas Adam Air, saya berpikir lelucon memble – Saya Kapok – bisa juga dibuat kaos untuk berbagai issue di seputaran hidup kita. Saya Kapok Jatuh Cinta Lagi, Saya Kapok Makan Rezeki Anak Yatim. Saya Kapok Ngisap Shabu Shabu. Apakah ada yang anda pikirkan sama dengan saya sekarang ?
SESAKRAL APA TULISAN BLOG
Posted on November 14, 2007Judul ini memang secara inspiratif saya comot dari sebuah komentarnya Triadi di postingan saya terakhir. Tentu saja tanpa ijin. Wong Triadi saya asumsikan teman yang baik, legowo dan tepo seliro. Sesakral apa sebenarnya tulisan blog. Lho ini tulisan kok seperti pohon randu di pojokan ujung komplek saya. Kadang kadang ada yang menaruh umbo rampe, sajen atau anak anak kecil suka ketakutan kalau melewati sesudah magrib. Tulisan memang klenik ?, punya wibawa segala, Padahal saya cuek aja, pohon randu itu saya paku buat menjadi bentangan spanduk pengumuman sholat ied.
Sik sik mas, ini balik ke topik kopas lagi ? Bukannya sudah ada perdamaian ?
Oh iya. Tapi saya boleh cerita sedikit masa lalu khan. Begini, sewaktu saya lulus kuliah dulu, ternyata tulisan di kata pengantar skripsi saya dipandang teman teman sangat bagus. Walhasil mereka juga minta dibuatin tulisan kata pengantar buat di skripsinya. Dapat ditebak, ada sekitar 15 – 20 skripsi yang memiliki gaya tulisan hampir sama pada kata pengantarnya. Tapi siapa yang mau peduli ide hak cipta hampir 20 tahun yang lalu itu ? tentu saja mereka semua mengklaim pada pacar, keluarga sebagai hasil tulisannya sendiri. Tapi saya masa bodoh, wong pohon randu tempat semayamnya genderuwo saya paku, apalagi tulisan. Nggak ada sakralnya.
AYO BUNUH SEMANGAT BLOGNYA !
Posted on November 11, 2007
Malam minggu kemarin. Waktu itu hujan deras seharian, alih alih nonton Liga Inggris, malah saya terlibat join conference sampai jam 3 pagi dengan Ndorokakung , Anto , Tika , Mas Mbilung , dan Herman Saksono . Dimulai menjelang maghrib dapet buzz dari Anto mengenai suatu topik yang sedang hangat hangatnya di dunia blogsphere. Copy Paste bin kopas. Ternyata selama saya menghilang seminggu di Papua, saya sempat kehilangan berita up to date ini. Saya sebutkan saja, Buanadara, model saya yang pertama kali mengenal dan belajar blog dari saya, ternyata melakukan copy paste dari blog lain tanpa seijin pemiliknya.
Walahh..apa yang kamu cari buanadara ?
Saya mencoba masuk ke blognya, ternyata sudah dihapus.
Walhasil saya hanya bisa pelan pelan menyusuri berbagai blog persinggahan yang mentautkan permasalahan ini, mencoba mengerti duduk persoalannya.
Masih terbayang ketika saya browsing kesana kemari, blogwalking di sela sela kesibukan syuting di studio. Sebuah mata, bulat besar meloncat loncat mencari tahu jawaban, apa yang saya kerjakan. Sebuah blog baru, dunia baru baginya, seorang gadis berusia 18 tahun yang sebelumnya begitu memuja muja friendster. Dalam 2 hari syuting itu, pelan pelan saya membawanya kesebuah lompatan besar dalam hidupnya. Sejak itu saya tak pernah bertemunya lagi. Sesekali saya melongok ke blognya. “ Sudah berani posting rupanya “.
SIAPAKAH PAHLAWAN ITU
Posted on November 10, 2007Ketika saya masih kecil, bayangan pahlawan bangsa itu adalah mereka yang bertempur melawan penjajahan Belanda. Dengan selempang peluru di badannya, bambu runcing atau menghunus pedang. Gagah berani, walau pada akhirnya kalah dan gugur. Tentu saja karena saya besar dalam masa pendidikan orde baru yang militeristik, membuat kesan sisi heroik pertempuran saja yang dikupas sebagai mitos kepahlawanan. Mungkin Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki banyak pahlawan. Selain pahlawan kemerdekaan, ada pahlawan nasional yang tidak melulu bertempur tapi dilihat dari perjuangan diplomasi, kontribusi pendidikan sampai kesetaraan gender. Ironis bahwa pahlawan menjadi bagian konstruksi sejarah menurut selera rezim penguasa negeri. Para jenderal jenderal yang apes karena dijemput tengah malam, untuk kemudian dibunuh PKI, mendadak sontak menjadi pahlawan revolusi. Padahal issue sosial saat itu, adalah jendral kabir – kapitalis birokrat – yang hidup mewah sementara prajurit di pelosok harus antri beras. Bahkan ada salah seorang dari mereka baru pulang dari pesta, sebelum dijemput pasukan cakrabirawa. Bisakah sejarah menjadi jujur tanpa terjebak dalam pemikiran sempit mitos kepahlawan ?
KITORANG INGIN MERDEKA ?
Posted on November 8, 2007
Ketika Bung Karno pertama kali berpidato di papua, setelah penyerahan dari Belanda ke UNTEA tahun 1962. Ia mencoba mengambil hati penduduk asli papua dengan membawa ajudannya, Kolonel Bambang Wijanarko yang beragama Katolik. Sambil menunjuk kepada sang ajudan yang berdiri tegak disisinya, Bung Karno mengatakan bahwa Indonesia tidak melulu beragama Islam, bahkan ada yang beragama Kristen dan menjadi perwira TNI.
Selanjutnya, sejarah Papua adalah potret buram kekerasan Pemerintah pusat terhadap penduduknya. Pemerintahan orde baru selanjutnya tidak berusaha mengambil hati penduduk asli papua. Sebagian besar penduduk mengganggap Pepera ( Penentuan Pendapat Rakyat ) tahun 1969 hanya merupakan manipulasi pihak Indonesia. Amerika Serikat tentu saja menutup mata – karena sudah mencium aroma milyaran dollar dari perut pegunungan Jayawijaya – begitu UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967.
SUARA BARU INDONESIA
Posted on October 31, 2007Sewaktu blog ini tiba tiba mendapat kehormatan masuk ke dalam nominasi 5 besar blog dalam ‘ current issues ‘ di Pesta Blogger , sebelum akhirnya tereliminasi karena kalah bersaing dengan blog blog mumpuni seperti Priyadi , Perspektif dan Ndoro Kakung . Saya sempat mempunyai prasangka, “ Wah ini berkompetisi dengan orang dalam sendiri “. Karena nama nama diatas adalah panitia atau orang orang yang menyelenggarakan hajatan ini. Tentu saja saya berasumsi sebuah adagium yang berlaku di sebuah perlombaan. yakni karyawan, juri dan anggota keluarga di larang ikut serta. Namun akhirnya saya harus membuang syak wasangka ini. Karena pertama – walau masih bertanya tanya apakah di belahan dunia lain ada perlombaan blog seperti disini – namun dalam alam demokrasi semua mendapat hak yang sama. Kedua, ketika hendak mengisi votting, saya melihat salah satu nominator dalam kategori pendatang baru, berdiri di sebelah meja komputer sambil meminta saya memilih blognya. Cilakanya saya tak bisa menolak bola matanya yang kelap kelip memohon, mengingatkan anak saya kalau meminta buku komik di Gramedia. Saat itu saya yakin bahwa blog mempunyai sesuatu yang dapat dipersandingkan, sekaligus menjadi ruang pameran diri kita. Ia tidak seperti media mainstream lainnya yang kita kenal.
TERNYATA MEMANG HANYA PESTA
Posted on October 28, 2007Apa yang saya kuatirkan, ternyata benar. Pesta Blogger kemarin memang hanya sebuah ‘ pesta ‘ , kumpul kumpul dan kopi darat secara massal. Plus dengan embel embel dibuka seorang Menteri yang dengan gempita mencanangkan 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. Mau berharap lebih ? seperti deklarasi blogger Indonesia , nanti dulu. Dalam forum talk show, ketika ditanya strategi tujuan oleh seorang peserta, Chairman Pesta Blogger sendiri tidak mempunyai bayangan arah tujuan Blogger Indonesia. Bahkan moderator Wimar Witoelar sendiri tak bisa merumuskan dari seluruh peserta tentang definisi Suara Baru Indonesia, jawaban yang ada lebih ke tataran utopia. Jadi Memang tidak usah berpikir keras, bahwa Blogger Indonesia akan memberikan kontribusi pada bangsanya. Sabar, belakangan saja. Jika mengutip komentar Maya , “ ..setelah begitu seringnya melihat sesuatu yang cikal bakalnya bagus tergerus menjadi sekadar pop icon, saya takut Pesta Blog akan tertitik beratkan pada ‘ pesta ‘ dan ‘ pergaulan ‘. Jadilah memang kita bersilahturahmi, makan makan dan berkenalan dengan teman teman baru. Tidak ada yang salah , bahkan menyenangkan memang bertemu dengan mereka yang selama ini kita kenal lewat blognya, Tika , Mas Mbilung , Rina mpok Venus , Iqbal dan komunitas BHI , Totok , Rizka , juga tentu saja Enda sang empunya hajatan, yang mengguncang keras tangan saya, “ Oh yang ini namanya pak Iman “ serta lain lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Yang lebih mengharukan, saya tidak menyadari bahwa begitu banyak orang yang mengenal diri saya melalui blog abal abal saya. Ini bukan main main, selalu ada yang menegur atau mengajak photo bareng ketika melihat name tag tergantung di dada saya.
CERITA BLOGGER
Posted on October 24, 2007Hujan rintik rintik masih membasahi jalanan di luar pagi ini, dan auditorium gedungMegaFlash masih terasa lengang. Jam masih menunjukan jam 9 pagi, namun suasana sebuah hajatan besar sudah tergambar di area itu. Bangku dan meja meja tersusun rapi, beberapa petugas sedang mengecek sound sistem dan screen projection, serta beberapa karangan bunga berjejer rapi di teras. “ Congratulations Blogger Gathering 2007 “. Seseorang gadis dari event organizer sibuk memberi perintah dan sesekali berbicara di telepon genggamnya. Memastikan semua berfungsi dan correct.
Nding, lelaki separuh baya, seorang petugas cleaning service gedung itu perlahan menggeser ember yang berisi cairan pembersih lantai gedung mewah itu. Ia sudah selesai mengepel lantai agar mengkilap untuk menyambut tamu tamu. Sesekali ia melirik ke spanduk dan poster di dinding. Pikirannya berpikir keras, apa gerangan mahluk Blogger itu. Belum selesai ia menebak nebak, bahunya di tepuk dengan keras. Seorang lelaki muda parlente sambil membawa tas laptop menyapanya.
“ Wah kepagian saya, benar acaranya disini pak ? “
“ hm..iya cuma saya nggak tahu mulai jam berapa ..”
“ memang mas juga tamu undangan ? “ selidik Nding.
“ Lha iya, saya jauh jauh datang untuk mensukseskan acara ini, pertama kali blogger Indonesia berkumpul untuk menyuarakan sebuah iklim ngeblog yang positif “
MALAYSIA
Posted on October 19, 2007Beruntung saya menemukan sebuah kaset jadul yang berisi Pidato Bung Karno pada peringatan Maulud Nabi tahun 1964 di mesjid Istana. Dengan bersusah payah membersihkan jamur di pitanya, akhirnya bisa saya pindahkan ke audio file di hard disk saya. Walau acara keagamaan, tapi Bung Karno masih sempat sempatnya menyelipkan pidato politiknya yang berapi api. Saat itu Bung Karno menyampaikan kemarahan yang luar biasa dalam acara Maulid saat itu, setelah dilaporkan para demonstran di Kuala Lumpur merobek bendera merah putih dan menginjak injak lambang Burung Garuda. Sampai saat ini, beberapa kali Indonesia yang mengklaim sebagai saudara tua harus mengalah kepada adik kecilnya di utara. Sebenarnya sejarah hubungan love and hate kedua negara sudah dimulai lebih dari empat puluh tahun yang lalu.
Ketika menerima kemerdekaan dari Inggris pada tanggal 31 Agustus 1957, negeri itu bahkan tidak mempunyai lagu kebangsaan. Dengan gagah berani dan percaya dirinya, mereka mencomot lagu keroncong Indonesia yang berjudul “ Stamboel Terang Boelan “, sebagai lagu kebangsaan dan mengganti liriknya. Presiden Soekarno dengan kesantunan seorang pemimpin besar negara tetangga, segera mengumumkan lagu idola buaya keroncong itu tidak boleh lagi dinyanyikan sembarangan di seantero Nusantara ( Tempo Edisi 15-21 Oktober 2007 ).
OUR TROPICAL RAINFOREST
Posted on October 15, 2007These are more than 17,500 islands in Indonesia, strechted out along the equator like green, ruby and bronze beads of an exquisite necklace. These islands are endowed with vast biological diversity, and approximately one third of the huge number of spieces found on them are endemic. Indonesia stil has one of the largets remaining tropical rainforest in the world, many of which are managed as conservation area. Unfotunately these gifts from nature have been greatly damaged by three decades of exploitation.Indonesia’s forests are being degraded and destroyed by logging, mining operations and large-scale agricultural plantations, and from time to time the regime of government always blame the indigenous and local people for shifting agriculture and cutting for fuelwood. I don’t believe that colonization, and subsistence activities cause a major problem of this issue. Their culture is to maintain close links between nature and life as they believe nature will protect them.
HITUNG HITUNGAN DENGAN TUHAN
Posted on October 10, 2007
“ Orang orang Barat sudah pergi ke bulan, tapi kita masih bertengkar mengenai mengintip bulan “ – KH Hasyim Muzadi
Bulan puasa hampir selesai tetapi masih saja orang ribut ribut bertengkar tentang kesepakatan 1 syawal 1428 Hijriah. Sementara di pojok negeri para pembela syariat , sibuk melakukan razia orang orang berpuasa dan penggerebakan warung dan restaurant yang buka di siang hari. Puasa juga membuat seolah kita memiliki privilege untuk dihormati dan lebih penting lagi menentukan ‘hitam putihnya’ sebuah konsep kehidupan dalam masyarakat yang pluralistik. Karena puasa ribuan orang pegawai pijat bersih, spa dan refleksi ,harus kehilangan uang tambahan berlebaran karena tempat kerjanya kena imbas harus tutup. Karena puasa juga orang orang kecil pemilik warung makan dan jamu hanya bisa menangis melihat usahanya diobrak abrik laskar .
Bisakah bulan puasa berjalan tanpa mengganggu hajat hidup orang banyak ? Padahal kalau keimanan saya berpuasa terganggu, itu karena diri saya sendiri yang gemblung, bukan karena orang orang yang asyik mengunyah makanan di pinggir jalan. Akhirnya dengan puasa kita menjadi polisi fiqih yang bertindak atas nama Tuhan, padahal mungkin Tuhan sendiri tidak pernah repot repot memikirkan ini. Karena Allah bukanlah tipe oppressed yang perlu dibela.









