Jika karya tulis anda dicomot tanpa ijin, apa yang harus anda lakukan ? pertanyaan semacam ini memang menggelisahkan dan sangat menggoda untuk ditelaah lebih dalam. Sejauh apa produk perundang undangan hukum kita mencakup ke ranah dunia internet ?
Pemerintah baru akan menyiapkan Rancangan Undang Undang ( RUU ) Informasi dan Transaksi Elektronik yang akan disahkan DPR, yang kini masih dalam tahap sosialisasi kepada publik dengan melibatkan Pemerintah, dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi. Termasuk disini pelanggaran hak cipta.
Hanya saja kapan UU ini akan disahkan belum tahu. Jika berbicara masalah pembahasan Rancangan Undang Undang di DPR bisa bisa menunggu sampai tahun jebot. Sama seperti RUU Perfilman yang sudah bertahun tahun kertasnya menumpuk jadi debu. Tentu ini berkaitan dengan vested interest para pihak yang terlibat. Tidak bisa dibandingkan dengan UU Telekomunikasi, Perbankan, Pertambangan atau investasi lain yang bisa dengan cepat digulirkan. Sudah rahasia umum, bahwa pembahasan peraturan Undang Undang di DPR erat dengan kepentingan pemain raksasa, pemilik modal dsb.
Tak aneh juga Bank Indonesia kesandung KPK, karena menggelontorkan uang 100 milyar yang diantaranya dialokasikan untuk biaya pembahasan perundang undangan di dewan. Tanda petik – uang lelah dan dana operasional.
iman
Tulisan saya dijiplak dan dibuat Buku !
Posted on March 22, 2008
Akhirnya puncak copy paste dari tulisan saya terjadi lagi. Ceritanya kemarin saat menemani anak lanangku ke toko buku Gramedia, saya menemukan sebuah buku baru setebal 120 halaman yang berjudul “ Soekarno Uncencored – Benarkah Soeharto lebih baik dari Soekarno ? “.
Tentu saja sebagai pemerhati dan sekaligus ( mungkin ) Soekarnois, saya selalu mengumpulkan segala literature dan buku buku tentang sang proklamator.
Sungguh mengagetkan ternyata dalam Bab AKHIR YANG TRAGIS halaman 99 – 102 buku itu jelas jelas menjiplak tulisan ‘ Soekarno – Sejarah yang tak berpihak ‘ yang diterbitkan dalam blog pribadi saya pada tanggal 13 Januari 2008. Sementara itu buku ini terbitan edisi 1 bulan Maret 2008.
Buku ini secara terbuka melakukan penjipkakan tanpa meminta izin dari saya, atau mencantumkan sumber penulisan. Jika diperbandingkkan dengan tulisan asli, ia hanya menghapus paragraf awal dan akhir, serta menghapus kalimat atau kata kata yang menyebutkan keterlibatan orangtua saya. Seperti ketika orangtua saya sungkem jenasah atau kata kata ‘ kembali ke penuturan ibu saya ‘. Karena dalam tulisan di blog, saya menceritakan apa yang dituturkan oleh ibu saya. Selebihnya benar persis plek ketiplek.
Dari kutipan bahasa asing, titik koma, huruf miring dan kalimat. Silahkan anda bandingkan isi postingan saya diblog dengan halaman 99 , halaman 100 – 101 , dan halaman 102 dari buku tersebut.
Ruski ? Dobro pozhalovat
Posted on March 19, 2008Dear Iman,
My name is Sveta. I’m representing the “BigFoot” production in Moscow (Russia). For
more than 6 years we produce commercials, tv-programs and make the post production
work as 3D and 2D-animation, working with well-known agencies and studios. We are
looking for experienced directors to carry out commercials with us in Moscow or Russia.
Are you interesting working in Moscow ? If it seems interesting for you, could you please send us your commercials portfolio on a Beta copy (PAL format) or DVD, cause compressed video from internet looks a bit unattractive to show it to Clients. We can download the showreel from ftp as well. Please direct us with the fees, accommodation, flight and other terms information if possible.
Thank you very much.
Kind regards,
Svetlana Liashkevich
producer “BigFoot Production”
Tel/fax 984-56-68; 747 63 40
mob 8(916)6865775
E-mail: svet@bigf.tv
URL: www.bigf.tv
Siti Fadilah Supari
Posted on March 17, 2008
Selalu saja ada kekaguman terhadap orang orang yang peduli dengan masalah kebangsaan dan keadilan. Dunia dihebohkan Siti Fadilah Supari , seorang Menteri Kesehatan kita menjadi corong suara pemberontakan terhadap ketidakadilan Amerika dan WHO dalam masalah kebijakan kesehatan dunia.
Fadilah menuangkannya dalam bukunya yang baru baru ini diluncurkan, berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, ia juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It’s Time for the World to Change.
Ia melihat konspirasi yang dilakukan negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung. Mereka mengambil sample virus dengan dalih riset dari negara negara yang terkena epindemik ini, lalu membuat vaksin dan menjualnya secara mahal ke seluruh dunia tanpa izin, tanpa kompensasi.
Mereka mencari keuntungan dengan menjual vaksin kepada negara negara yang justru terkena wabah ini.
the end
Posted on March 15, 2008
Malam jahanam. Asap rokok bertambah pekat dan rintik hujan masih saja dicurahkan dari langit. Gelak tawa bercampur degup suara musik bergelinjang. Lelaki itu menampik pelan tawaran minum lagi dari waitres memakai mini-skirt berwarna merah. Sudah cukup lelah malam ini. Dan dia gadis bercahaya bulan tak jua hendak pergi. Malam tak berujung dan dia masih saja mencoba meraih sisa impian.
Matanya masih jernih menatap lelaki itu lekat lekat. Mari bisikan cinta di telingaku, pintanya manja. Terus memagut birahi.
Lelaki itu membuah jauh pikiran dan hasrat di kepalanya. Aku harus pergi, gumamnya. Hujan tiba tiba berhenti dan menghembuskan angin dingin. Menyeruak di penghujung pagi. Bukan ini caranya wahai dewiku, jawabnya lirih. Beranjak sambil menghabiskan sisa gelasnya.
Menggapai Impian
Posted on March 12, 2008
Gadis orientalis ini bernama Ovy Wu. Saya mengenalnya beberapa tahun yang silam saat dia banting stir dari dunia model catwalk menuju dunia film. Rajin ikutan casting disana sini, sampai akhirnya terpilih film iklan KFC garapan saya. Sejak itu Ovy sering ikutan dalam produksi saya dan juga kadang kadang muncul dalam kegiatan social life saya. Sebagai artis ia memang harus sering membuka networking dengan sutradara dan produser lainnya. Dan Ovy selalu mengaku tidak punya pacar, sampai suatu saat ia menghilang.
Rupa rupanya ia sedang ikut sebuah kontes di Indosiar sejenis Akademi Fantasy yang versi gadis model. Dari sebuah tabloid saya juga membaca bahwa ternyata ‘ ada pacar ‘ Ovy sudah menghabiskan dana hampir 300 juta untuk urusan SMS menggenjot suara sang kekasih. Pada akhirnya Ovy memang juara satu.
Neraka Orde Baru
Posted on March 10, 2008
Membaca buku “Neraka Rezim Soeharto “ seperti membawa kita menuju sebuah alam dunia lain, yang hampir tak pernah kita bayangkan. Ini cerita tentang tempat penahanan dan kisah penyiksaan terhadap yang menentang rezim orde baru. Sebuah misteri tempat penyiksaan yang tak pernah dipublikasikan. Buku ini dikisahkan oleh mereka yang selamat dan bisa keluar hidup hidup dari ‘ neraka ‘ itu. Sungguh menyesakan bahwa sebuah sistem kekuasaan bisa membuat seseorang kehilangan mata hati serta nurani kemanusiaannya.
Ada beberapa tempat yang sering dipakai sebagai ladang pembantaian terhadap tahanan seperti rumah di Jl Gunung Sahari yang disebut rumah tahanan Kalong dan bekas kantor Kodim Jakarta Timur. Kedua tempat itu umumnya untuk tahanan PKI, disamping Rumah Tahanan Militer Jl. Budi Utomo. Kemudian kantor polisi militer di Jl Guntur, rumah di Jalan Kramat yang disebut Kremlin dan bangunan di kebayoran lama yang biasa disebut Gang Buntu untuk tahanan peristiwa tanjung priok, Talang sari lampung, pemboman bank BCA, Kasus Malari atau pembajakan pesawat Garuda ‘ Woyla ‘.
Juga kisah para mahasiswa yang diculik oleh sebuah kesatuan militer yang menyekapnya di tempat kesatuannya di daerah Cijantung dan Serang, Jawa Barat.
Godaan : Caleg
Posted on March 7, 2008
Selesai sebuah seminar, saat saya menjadi salah satu pembicara beberapa waktu yang lalu, seorang ketua partai ‘ gurem ‘ mendekati saya. Ia menyodorkan kartu namanya.
“ Jika anda tertarik dengan perubahan di negeri ini, mari kita ngobrol ngobrol “
Saya hanya tersenyum dan menerima kartu itu dengan sopan.
Belum lama, seorang petinggi partai besar menelpon saya. Dulu saya pernah membuat film iklan kampanye pilpres buat bossnya. Saat itu calon calon Presiden, mau dan sukarela disuruh diatur oleh seorang sutradara. Kali ini ia meminta saya datang untuk bincang bincang di kantornya.
“ Biasa boss, kita butuh dukungan suara suara pekerja film “
Lain waktu ketika menghadap salah seorang ketua fraksi di DPR sehubungan dengan masalah kebijakan Pemerintah di dunia film iklan. Sang ketua menggoda dengan pertanyaan menggelitik.
“ Nggak tertarik ke politik ? “
Bahasa yang tersirat
Posted on March 4, 2008
Budaya kita memang tidak selalu mengajarkan untuk berbicara ‘ straight to the point ‘, berputar putar, dan membuat kita harus waskita membaca, atau mendengar yang tersirat. Bukan yang tersurat. Mungkin memang lebih nyaman seperti itu.
Jadi kalau anda membaca sebuah Bilboard reklame Perumahan di pinggir Jakarta.
“ Hanya 20 menit dari semanggi “
Berarti makna yang tersirat adalah , menempuh perjalanan 20 menit dengan kecepatan 100 km per jam pada saat jalanan tidak macet di jam tiga pagi.
Juga sebuah iklan layanan provider telekomunikasi XL. “ Hanya Rp 0,1 per detik “.
Seorang teman yang mencari referensi di website XL menemukan yang dimaksud adalah jika kita bicara 3 menit. Untuk 2 menit pertama kita dibebankan Rp 25 x 120 = Rp 3000,-
Kemudian baru klausul Rp 0,1 per detik berlaku di menit ke 3. Rp 0,1 x 60 = Rp 6,- Jadi total yang kita bayarkan adalah Rp 3,006,-
Lalu apakah jika kita berbicara 6 menit akan dikenakan 3000 + 6 + 6 + 6 + 6 = Rp 3024,-
Tidak Juga. Karena kita membayarnya dengan skema melompat lompat.
Menit 1 – 2, dibebankan Rp 3000,-
Menit 3, dibebankan Rp 6,-
Menit 4 – 5, dibebankan Rp 3000,- lagi
Menit 6, dibebankan Rp 6,- dan seterusnya.
Unbelievable Nation
Posted on March 2, 2008
Seorang penulis Norwegia, Stig Aga Aanstad dalam bukunya Surrendering to Symbols ( 2006 ) mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi negara besar periode 1960 – 1965. Bagi Amerika Serikat, Uni Sovyet ( dulu ) dan China, negeri yang bernama Indonesia tak mungkin diabaikan. Jumlah penduduk, kekayaan alam dan letak geografisnya. Demikian wartawan senior, Budiarto Shambazy pernah menulis.
Ia meneruskan bagaimana Bung Karno mengancam menasionalisasi migas dengan Undang Undang No 44 tahun 1961. Presiden Kennedy kebakaran jenggot lalu mengirim utusan khusus. Demikian juga Nikita Kruschov mengutus menteri pertahanannya untuk bersaing dengan Amerika. Tak ketinggalan Mao Ze dong mengirim Presiden China Liu Shaoqi untuk tujuan serupa.
Akhirnya Amerika “ menang “ , Bung Karno dan Kennedy menyetujui kontrak karya. Multi National Corporation ( MNC ) harus menyerahkan 25 % wilayah eksplorasinya dalam 5 tahun ke Pemerintah RI dan 25 % lagi dalam 10 tahun, serta wajib menyuplai kebutuhan domestik. Indonesia juga berhak atas 60 % keuntungan.
Gagal Total
Posted on February 29, 2008Ternyata siapa yang bisa menebak garis masa depan ? Jika anda senang melakukan kejutan kecil untuk sebuah ‘ surprise ‘ menyegarkan buat kawan, saudara, pacar atau siapa saja. Berhati hatilah. Karena bisa saja kejutan yang anda harapkan berbalik menjadi petaka jika ternyata meleset.
Hari ini Buanadara memberitahu, “ Saya mau ke Jogja akhir minggu ini sampai senin “.
Sementara ada SMS datang dari Anto ,” Saya akan ke Jakarta akhir minggu ini sampai senin “. Ya sudah ,ternyata memang sialmu kalau telisipan. Gagal total sudah kopdarnya.
Tiran dalam Blog
Posted on February 28, 2008
Taufik Ismail dan pengarang pengarang yang tergabung dalam Manifesto Kebudayaan tentu tak melupakan masa masa prahara budaya, ketika mereka digayang habis habisan oleh golongan komunis / Lekra. Teror dan intimidasi yang tersebar dalam bentuk puisi sampai tulisan di Koran koran. Sebagai golongan yang berada ‘ diatas angin’ tentu saja dengan mudahnya Lekra dan PKI bisa menggayang habis habisan. Ternyata tirani tidak harus melulu dalam sebuah sistem pemerintahan. Ia bisa tersembunyi dalam topeng tulisan.
Kalau ada yang mengatakan power tends to corrupt, bisa jadi absolute writing tends to prejudice. Kekuasaan dalam sebuah pena atau tulisan bisa memabukan dan arogan.
Blog sebagai media pewartaan alternative – saya tidak menyebut jurnalisme – bisa menjebak persepsi kita tentang sebuah arti sebuah pertukaraan informasi dan gagasan. Sekecil dan seringan apapun.
