Seorang pakar periklanan pernah mengatakan kepada saya mengenai sebuah definisi dalam strategi kampanye pemasaran. Yakni Politik Ruang dan Politik Luar.
Kenangan percakapan ini muncul begitu saja, melihat kesengkarutan – mengutip istilah Mas Wicak – dalam dunia internet akhir akhir ini. Apalagi kalau bukan pertikaian dan saling serang. Apakah ini penting ? Tergantung kita melihatnya, dan saya tidak membahas siapa yang benar. Saya hanya mengaitkan dengan positioning ‘ politik ‘ masing masing pihak. Blogger dan Roy Suryo.
Kita blogger hanya bermain dalam ruang blogsphere saja, maka dinamakan bermain politik ruang. Sementara Roy Suryo berani mengambil inisiatif bermain di luar wilayahnya, yang disebut bermain politik luar. Butuh keberanian dan strategi.
Kenapa demikian ?
REFLEKSI
Senja di Ratu Boko
Posted on February 12, 2008
Syahdan Rara Jonggrang, seorang putri Raja Boko mengajukan syarat kepada Bandung Bondowoso yang hendak meminangnya.
“ Berikan aku seribu candi dalam semalam, maka kuberikan cintaku padamu “.
Tentu saja Rara Jonggrang tak akan menduga kalau dengan kesaktian dan dibantu prewangan jin jin, Bandung Bondowoso dengan mudah menciptakan candi candi itu. Cemas karena mendekati candi ke seribu, Rara Jonggrang mengatur siasat dengan membuat kegaduhan dan membangunkan hewan hewan piaraan. Kokok ayam membuat Bandung Bondowoso mengira hari telah pagi dan gagal memenuhi tugasnya.
Kelak setelah mengetahui bahwa ia diperdaya oleh sang putri. Bandung Bondowoso melepaskan kemarahannya dengan mengutuk Rara Jonggrang menjadi patung Btari Durga yang kini berdiri tegak di pintu masuk Candi Sewu .
Refleksi Akhir Tahun
Posted on December 30, 2007
Seorang teman pernah menanyakan sebuah hal yang mungkin terasa aneh bagi saya.
“ Mas Iman dalam seminggu berapa hari di rumah ? “
Ini menjadi sebuah jawaban yang berputar putar terus dalam labirin. Karena saya tak tahu bagaimana menjawabnya. Sungguh. Rasa rasanya baru kemarin saya berkelana berhari hari syuting di selatan Jawa Barat dari Sukabumi, Cisolok, Pelabuhan Ratu. Pulang dan mengeditnya. Kemudian pergi recce atau hunting lokasi lagi di Jogjakarta dan Bali. Lalu kembali ke Jakarta. Kini, dua hari kemudian saya sudah duduk duduk di candi dasa, Bali bersama Christine Hakim . Menikmati kapucino Indocafe sachet yang dibawanya sambil memandangi pulau karang, Gili Topekong di Selat Lombok.
Ketika manusia menjadi pejalan jauh , ia sesungguhnya tidak kehilangan siapa siapa. Ia juga tak mencari cintanya. Pun tidak juga kehilangan rumahnya. Karena rumah itu akan selalu berada di hatinya kemana dia pergi. Sejauh apapun. Ini adalah bagian dari konsekuensi sebuah pencaharian yang disebut kerja.
